CERITA KITA
, ketika teman teman membaca cerpen aku, itu adalah kebahagiaan buat aku
Kamis, 10 Maret 2011
Senin, 25 Oktober 2010
Ku Takkan Bisa
“ lama ya?” Tanya Fauzyseusai memotret model model cantik tadi.
“ lumayan.
Lumayan buat gue garing….” Ucapku yang udah jam nungguin dia di depan Gedung Agung.Abis males kalau ikutan masuk ke Benteng Vredenburg.
“ Maaf ya sayang….” Rayu Uzy, dengan senyum termanisnya. Huh Uzy, gara gara kamu senyum, aku nggak jadi marah kan …
“ Yuk jalan...!” Ajak Uzy, begitu ia biasa dipanggil.
“ kemana?” Tanyaku yang masih bertahan duduk di kursi beton.
“ Taman pintar.Biar kamu tambah pintar.” Ucapnya menggoda.
“ Tuch kan malah ngejek…..!!” Gerutuku.
“ Siapa yang ngejek…
Ya udah kamu maunya kemana sayang?”
“ ke pasar malem.” Pintaku.
“ yuk” ajaknya sambil menggandengtanganku menuju pasar malematau yang biasa diebut sekaten di alun alun utara Yogyakarta .
“ Uzy, naik itu yuk…!!” Ucapku sambil menunjuk kearah permainan Bombom car.
“ Hah??!!”
“ udah pokoknya ikut!!” paksaku sambil menarik tanganya ( hehehe ). Dan dengan terpaksa diapun ikut denganku bermain bombom car. Rasain lu !!ini balesannya karena kamu udah buat aku nunggu lama. Malu kan ….? Hehehe.Jahat banget ya aku.
“ Gimana zy?” Tanyaku mengharap Uzy bilang “ Malu tau.”
“ Asyik juga. Kapan kapan main lagi ya..” Jawabnya.Bener bener nggak sesuai harapan ku. Gondok dech gue…
“ Kok manyun? Kenapa? Gagal ya?” ucapnya sambil tersenyummenggoda. Karena dia tau rencanaku.
“Ih… Uzy…”
“ nyebelin” Ucapku sambil mencubit pinggangnya.
“ Aduh..” rintihnya.
“ mau lagi donk…dicubit, abis yang nyubit manis sich…” Huh lagi lagi sok manis. Jd nggak marah nich, malah malu tau..
“ Tunggu sini bentar ya….” Pinta Uzy. Lalu menuju ke sebuah stand Ice cream.
Nggak lama kemudian,
“ nih buat kamu!” Ucap Uzy sambil menyodorkan sebuah ice cream rasa stroberi , kesukaan aku.
“ Makasih…” ucapku menerima ice cream stroberi yang Uzy beliin plus pasang tampang manis didepan Uzy.
“ iya”,” pian…” panggil Uzy.
“ apa?” sahutku, jepret, ternyata Uzy motret aku.
“ uzy……. Jangan mendadak gitu donk…
Pasti hasilnya jelek!”
“ enggak kok . pian kelihatan manis….” Ucapnya, membuat aku tersipu.
* * * * * * * * * *
Minggu sore di sanggar lukis Uzy…..
“ nggak capek apa mas megangin kuas mulu?” tanyaku ke pria berlesung pipi itu sambil mendekat ke arahnya.
“ Namanya juga udah cinta..” jawabnya sambil terus menggerakan kuas catnya diatas kanvas.
“ kalau sama pian gimana?” tanyaku ketike dudduk di kursi sebelahnya, menatap mata tajamnya.Ia berhenti menggerakan kuasnya . Menatapku dengan mata tajamnya.
“ you is my soul…” ucapnya ketika mencium tanganku. Kurasakan hembusan nafasnya yang hangat dan teratur di tanganku.
“ engkaulah getar pertama yang meruntuhkan
gerbang tak berujung
engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku
dalam cinta tak bermuara…
engkaulah matahari yang menyinari ,
kata pertama di cakrawala aksara
kau hadir dengan ketiadaan sederhana dalam ketidakmengertian
gerakanmu tiada pasti namun k uterus di sini mencintaimu….
“ gimana oke nggak puisi aku?” Ucapnya setelah membacakan sebuah puisi yang menurut aku sich emang bagus.Tapi udah nggak heran. Maklum Fauzy kan seniman, jd udah nggak heran, kalau dia gapai banget buat begituan.
“ Bagus.”
“ itu yang selalu kamu ucapin…”
“ karena aku suka “kataku sambil menyeka keringat di dahi Uzy dengan tissue.
“ suka apa?”
“ suka puisimu. Juga kamu….”
“ mau aku masaki apa?” tanyanya beranjak dari duduk dan membersihkan coretan coretan cat di tangannya.
“ apa aja dech…, asal jangan sup kuas aja..”
“ hahahaha …, ada ada aja kamu…” Ujar Uzy menuju ke dapur .
“ aku bantuin ya…” ucapku mngikuti langkahnya ke dapur.
“ nih!” ucapnya sambil melempar celemek ke arahku.
Dengan kemmpuan memasak yang terbatas, aku pun mencoba membantu Uzy masak. Melihat cara dia memotong bawang, ngiris cabe, ampe ngebalik balik makanan, duh…. Jadi minder. Betapa beruntungnya aku punya kekasih seperti dia. Dari fisikly, oke, tinggi, manis, keren, liat aja badannya kalau nggak pake t- shirt kelihatan six peg.
Kalau otak, nggak tau sich seberapa pinternya uzy dalam pelajaran formal, tapi kalau soal seni, jangan ditanya lagi, mahasiswa psikologi yang akhirnya banting setir ke seni ini pernah dapet beasiswa sekolah seni di Italia, tapi karena nggak bisa nyesuaiin diri selama tahun di sana akhirnya dia pulang ke Indonesia . Cz kata dia “ bahasa itali susah sich, jadi gue pulang kampung aja..” katanya nyeleneh.
So far dengan berbekal keahliannya itu nyatanya uzy bisa mendirikan sanggar lukis ini, sanggar yang nggak bisa dibilang kecil ini, ia dirikandari hasil keringatnya sendiri. Padahal kalau dia mau tanpa kerja keraspun dia bisa dia bisa mendapatkan semuia ini dari orangtuanya.
“ selesai..” Sepiring spaghetti plu gelas minuman yang katanya sich namanya rainbow soda ice siap dinikmati.
“ sini aku lepasin.” Uzy melepas tali celemek yang aku pakai , kemudian mmbawa makanan dan minuman yang kami buat ( ups lebih tepatnya sich uzy buat, hehehe.. ) ke lantai atas sanggar Lukis yang ia beri nama ‘ Fauzy studio ‘
“ sejuk ya…”
“ kita makan disini ya….” Uzy duduk dan meletakan makanan dan minuman tadi , di lantai kayu begitu pun aku. Kami lalu menikmati spaghetti buatan uzy sambil sesekali uap suapan,.” dasar!”,”makan gini aja belepotan” uzy menghapus dengan tangannya saos yang menempel di ujung bibirku.
“sekarang jam berapa sich?” aku mencoba menutupi ketersipuanku
“ Pian lucu dech…..”
“ Emang badut?”
“ iya. abis pipi kamu merah kayak badut.” Uzy berucap sambil menahan tawanya, kayaknya dia tau kalau aku lagi tersipu karena sikap dia tadi.
“ sanggar kok sepi? Yang lain kemana?”
“ Jody, aku suruhikut workshop. Bima paling tidur . Anjas baru nglukis di pendopo belakang.”
“ kenapa? Takut aku cium?” lanjutnya
“ kenapa? Takut aku cium?” lanjutnya
“ IH….apaan sich….”
“ tenang aja ada mbok sumi kok di bawah.
Asep ama pak Dadang juga ada.
Tinggal teriak aja kan …”
“ UZY….!!!!!”
“ Bercanda sayang..”
* * * * * * * * * *
Itu semua hanya segelincir kisah antara aku dan uzy. Pria yang selama tahun ini menumbuhkan secara perlahan rasa yang kata orang sich namanya cinta, dan rasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Tapi kini semuanya selesai, minggu yang lalu aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dengan alas an aku bosan, dan aku sudah menemukan pengganti dia, tentunya pria yang lebih baik dari dia. Namun kenyataannya , nihil. Itu semua hanya sebuah cerita yang aku rekayasa. Jangankan mendapatkan pengganti kamu, berhenti mencintai kamu saja itu adalah hal yang sulit buat aku zy, apalagi bosan…
Tapi aku nggak mau merusak hubungan kamu dengan papah kamu. Dan aku juga nggak rela dengan sikap papah kamu yang menganggap aku hanya menginginkan uang kamu. Padahal sama sekali aku nggak pernah mengharap sepeser pun uang kamu. Aku mencintai kamu tulus dari hati aku Uzy..
“ jadi gini cara kamu menyelesaikan masalah…”ucap seorang pria yang udah nggak asing lagi bagiku. Ketika aku keluar dari gerbang sekolah sore itu.
“ apa salah aku, sehingga kamu perlakukan aku seperti ini ,Pi?”dia mendekat ke arahku.
“ Aku bosen sama kamu. Bukannya itu udah jelas aku ucapin dari awal kita putus.
Aku udah nemuin pria yang lebih baik dari kamu.
Jadi, aku harap kamu jangan ganggu aku lagi !” kataku dengan tegas ke uzy. Uzy segera menggenggam tangankudan menatapku seraya berkata,” lihat mata aku, Dan bilang kalau kamu nggak cinta aku!” suruh Uzy .” aku janji aku akan pergi dari hidup kamusetelah kamu bilang apa yang aku ucapkan tadi.”
“ aku ….”
“aku benci kamu zy….” Ucapku lalu berlari meninggalkan Uzy. Aku nggak sanggup bilang itu. Apalagi di depan dia. karena aku masih sangat mencintai dia.
Tanpa aku sadar ada sebuah mobil mendekat ke arahku dengan sangat cepat, dan setelah aku tau di sampingku tergeletak tubuh pria yang aku sayang. Ya , pria itu Uzy. Uzy yang mendorong aku sehingga aku masih dalam keadaan baik baik saja, hanya saja lututku sedikit tergores, tapi gimana dengan uzy? Dia tergeletak tak berdaya di sampingku, kulihat di dahinya menetes darah.
* * * * * * * * * *
Pagi itu, kulihat Uzy, dengan tangan yang di gipsh dan kepala yang diperban , sedang duduk di tempat tidur, tepatnya kamar no.312. Aku merasa bersalah atas kejadian ini. Demi aku , tangan uzy, mengalami patah tulang. Kubuka pintu kamarnya. Aku masuk menemuinya yang terlihat dingin atas kedatanganku.
“ Uzy…, maafin Pian….
Gara-gara Pian kamu…” tak sanggup aku meneruska ucapanku, air mataku terus mengalir . Aku merasakan rasa bersalah yang sangat atas kejadian ini.
“ hahaha….” Tiba tiba tawanya meledak, uzy yang tadinya dingin dan nggak bicara sepatah katapun tiba tiba aja ketawa lepas. Aku malah jadi bingung …., aku nggak ngerti maksud dia ketawa itu apa?atau jangan jangan dia agak agak nggak waras karena kena benturan tadi.
:” baru kali ini aku lihat kamu nangis ampe segitunya”
“ uzy…. Kamu kok malah ketawa. Bukannya kamu marah sama aku…” uzy menariku dan memeluku seraya berkata, “ apa alasanku marah sama kamu?”
“ tangan kamu kan jadi kayak gitu gara gara aku…”
“ kamu ngomong apa sich…
Mana mungkin aku marah sama kamu….”
“ tapi kan …..
Aku minta maaf zy, gara gara aku tangan kamu jadi…” lagi lagi tangisku tak tertahan.
“ nanti juga sembuh….” Ucap uzy dengan santainya. Padahal, menurut keterangan dokter tangan uzy baru bisa sembuh setelah terapi kurang lebih tahun. Itu kan lama….
“ soal papa, aku minta maaf ya…
Jangan terlalu dipikirin, suatu saat ….,entah itu kapan dia pasti ngerti…
Kalau toh sustu saat itu nggak pernah ada, kenapa nggak kita buat sebuah dunia di mana Cuma ada kamu dan aku..”
“ ngayal kamu…, “
“ biarin….”
“ pian, aku mohon cukup ini yang terakhir…
Jangan pernah tinggalin aku. Karena kamu udah terlanjur membuat aku sangat mencintai kamu.”
“ aku nggak akan meninggalkan pria yang aku cintai. Aku cinta kamu zy…”
* * * * * * * * * *
Langganan:
Entri (Atom)















